Pentingnya Global Warming Potential menjadi Bagian dari pertimbangan Industri

Global warming potential (GWP) atau potensi pemanasan global merupakan isu yang ramai dan menarik diperbincangkan sejak era 90-an hingga saat ini. Hal tersebut karena persoalan GWP ini merupakan isu yang sifatnya global atau mendunia. Dampak GWP erat kaitannya dengan emisi gas rumah kaca (GRK) yang dihasilkan secara alami oleh alam maupun aktivitas manusia. Akan tetapi seiring berjalannya waktu GWP ini tidak hanya menjadi isu, melainkan problem yang nyata adanya.

Beberapa peneliti membuktikan, bahwa peningkatan suhu rata-rata bumi mempengaruhi sebagian besar perubahan iklim secara global. Pada iklim tropis misalnya, curah hujan yang awalnya setiap tahun terbagi secara pasti, menjadi tidak dapat lagi diprediksi akibat curah hujan yang tidak menentu. Kadangkala terjadi sebelum prediksi musimnya atau tidak terjadi pada prediksi musimnya.

Terlebih saat ini alih fungsi hutan menjadi lahan pertanian sedang tinggi-tingginya. Menjadikan emisi GRK yang harusnya diserap oleh hutan, saat ini luasnya sudah semakin berkurang. Jika dibiarkan secara terus menerus, maka Banjir, Kekeringan, dan Badai akan menjadi valir dan vale yang bertengkar dilapangan moniyan empire canda..

Topeng Dalam Perspektif Sosial

Dalam kehidupan sehari-hari, manusia dihadapkan dengan persoalan yang beragam dan diharuskan profesional dalam bidang masing-masing. Dunia kerja, media sosial, pertemanan, dan keluarga memiliki porsi masing-masing. Seringkali kita emosi, akibat terjadi sebuah persoalan dilingkungan keluarga misalnya. Maka emosi itu semestinya cukup dilingkungan keluarga dan tidak dibawa ke lingkungan pertemanan, dunia kerja, apalagi media sosial. Hal tersebut yang sering tidak dipahami beberapa orang, seperti contoh memposting masalah pribadi atau keluarga di media sosial dengan harapan viral atau dengan harapan memojokkan si A atau si B atau lainnya. Akan tetapi perlu dipahami! Visi dan misi, pola pikir seseorang dengan kita pasti berbeda. Bisa jadi postingan kita merupakan alat bagi orang lain menghancurkan kita, alasan untuk membenci, atau sebuah bahan seseorang untuk menilai kita. Padahal penilaian orang juga belum tentu benar. Maka dari itu, perlu kita pelajari makna “topeng” dalam perspektif sosial.

Haruskah topeng itu ada?

Mungkin sebagian orang bertanya, atau sudah mengatakan bahwa topeng itu harusnya tidak ada. Dengan alasan merupakan tindakan tidak jujur atau bermuka dua. Akan tetapi sebenarnya topeng itu ibarat pisau! Iya sebuah pisau….

“Pisau dapat menjadi alat pembunuh, atau alat yang membantu kehidupan manusia”

Pisau dapat digunakan untuk memotong dan mengupas bahan-bahan makanan seperti sayur, daging, atau buah-buahan.

Maka dari itu kita tidak bisa mengatakan topeng itu tidak boleh ada!

Bagaimana menyikapi makna “topeng” dalam kehidupan sehari-hari?

Seseorang mungkin ingin memperlihatkan kualitas dirinya, tetapi cara memperlihatkan juga perlu dipelajari dengan waktu yang tidak sebentar dan tidak sederhana. Karena “topeng” yang terbuat dari kulit tidak jauh berbeda dengan topeng berbahan “prinsip”. Keduanya sama-sama memiliki unsur seni, perlu sebuah konsep dan cara tertentu untuk menjadikannya indah.

Mengatasi Diare Sebagai Pertolongan Pertama

Pernah pada malam hari, saat terlelap tidur tiba-tiba mengalami keringat dingin dan disertai sakit perut yang mulas? Lalu anda bangun pergi ke kamar mandi dengan berlari cepat dan dengan tergesa-gesa membuka celana anda untuk sebisa mungkin berak? Kemudian anda berak dengan rasa sakit luar biasa yang berlebih dengan kondisi feses anda yang cair?

Saya sedikit ingin bercerita, saya pernah mengalaminya dan menyangka itulah akhir hidup saya. Tapi ternyata masih belum. Saya hanya mengalami sakit diare yang umumnya disebabkan oleh bakteri yang ikut masuk pada makanan kita. Bisa karena lupa mencuci tangan atau memang makanan yang saya konsumsi dalam keadaan terpapar bakteri. Bakteri penyebab diare umunya adalah bakteri E Coli. Memang bakteri tersebut mahluk yang menjengkelkan. Karena didalam tubuh manusia juga terdapat bakteri tersebut. Dari hal itu timbul pikiran, bagaimana bakteri tersebut bisa sampai ke makanan yang saya makan? Apakah yang memasak tidak mencuci tangan sampai benar-benar bersih saat selesai berak?….

Sudahlah, tidak penting itu difikirkan…

Anda hanya perlu informasi tentang mengatasi diare anda bukan?

Simple saja, ketika anda dehidrasi dan tubuh terasa lemas. Minumlah air secepatnya. Jika anda pusing, duduklah atau berbaring sebentar. Kemudian segeralah makan atau kalau tidak kuat makan, mintalah dibuatkan oralit dengan takaran setengah sendok teh gula dan setengah sendok teh garam. Keduanya di seduh dengan air yang matang, kalau bisa hangat baru selesai mendidih. Insyaallah anda akan cepat pulih dan lemas berlebihan akibat keluarnya cairan berlebih saat diare menyebabkan anda dehidrasi dapat segera tergantikan dengan cairan oralit. Oralit memang ampuh mengganti sementara cairan tubuh yang hilang. Setelah anda makan atau minum cairan oralit, istirahatlah. Jika terjadi malam hari, maka jika besoknya tetap diare… Segeralah ke dokter atau puskesmas untuk mendapatkan obat. Atau jika anda memiliki obat langganan sendiri, pergilah ke warung untuk mencarinya. Itu cara yang sederhana sebagai bentuk ikhtiar dalam berobat.

Demikian saja tulisan saya, kebetulan lagi habis diare… Jadi mau istirahat dulu….

Jan sering makan pedes, biar diarenya kagak terpicu kambuh.

Ingat! Diare menyakitkan sekali seperti sakitnya melahirkan…

Salam sehat…